Ekonomi Dunia Melambat: Strategi Negara-negara Atasi Resesi Global
Lembaga seperti UNCTAD dan Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global hanya mencapai 2,3 persen, menandai potensi fase resesi akibat guncangan perdagangan, ketegangan geopolitik, dan turbulensi finansial. Program Studi Pendidikan Akuntansi penting memetakan dinamika ini untuk mempersiapkan lulusan menghadapi tantangan global.
Faktor Penyebab Perlambatan Ekonomi Global
Pertumbuhan ekonomi dunia melambat pada 2025 akibat kombinasi faktor kompleks. Kebijakan moneter ketat di negara maju, ketegangan geopolitik yang berkepanjangan, serta gangguan rantai pasok memicu ketidakpastian pasar. Selain itu, inflasi tinggi dan utang publik yang membengkak menekan daya beli dan investasi. Negara berkembang, termasuk Indonesia, mengalami perlambatan pertumbuhan meski masih relatif positif sekitar 4,7 persen.
Strategi Negara-negara dalam Menghadapi Resesi Global
Banyak negara mengambil langkah strategis guna menekan dampak resesi. Pemerintah mengedepankan kebijakan fiskal yang ekspansif, menyesuaikan suku bunga, dan menggenjot investasi infrastruktur. Perbaikan regulasi dan inovasi digital juga didorong untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan produktivitas. Sinergi antara sektor publik dan swasta penting untuk menguatkan daya tahan ekonomi nasional terhadap risiko global.
Implikasi bagi Pendidikan Akuntansi
Mahasiswa Pendidikan Akuntansi harus mengembangkan kemampuan analisis dan pengelolaan keuangan yang mampu beradaptasi di tengah krisis ekonomi. Pemahaman tentang kebijakan makroekonomi dan strategi mitigasi risiko menjadi keterampilan penting. Lulusan yang siap menghadapi tantangan global dapat berperan dalam mendukung tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel di berbagai institusi.