Ekonomi Syariah Indonesia Diprediksi Tumbuh hingga 5,6 Persen Tahun Ini
Ekonomi syariah Indonesia diprediksi tumbuh hingga 5,6 persen tahun ini, menunjukkan tren positif yang menjanjikan bagi sektor keuangan dan ekonomi nasional. Bank Indonesia (BI) menyampaikan proyeksi ini berdasarkan laporan Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (KEKSI) 2024. Ekonomi syariah Indonesia diprediksi tumbuh hingga 5,6 persen tahun ini menjadi topik penting bagi mahasiswa program studi Pendidikan Akuntansi untuk memahami peluang dan tantangan ekonomi syariah.
Pertumbuhan Ekonomi Syariah dan Kontribusinya bagi Indonesia
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia berada di kisaran 4,8 hingga 5,6 persen pada 2025. Pertumbuhan ini didukung oleh pengembangan sektor keuangan syariah, peningkatan pembiayaan syariah, dan sinergi kebijakan pemerintah. Total aset keuangan syariah nasional mencapai Rp9.529,21 triliun per kuartal I 2025 dengan pangsa pasar 25,1 persen. Pertumbuhan ini memperkuat posisi ekonomi syariah sebagai motor penggerak ekonomi nasional.
Strategi Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia
Pemerintah dan BI fokus pada penguatan sinergi antar sektor ekonomi syariah dan pengembangan keunggulan kompetitif. Strategi ini selaras dengan visi pembangunan nasional dalam RPJMN dan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2025–2029. Penguatan sektor halal, digitalisasi layanan keuangan syariah, serta peningkatan literasi ekonomi syariah menjadi prioritas utama.
Peran Pendidikan Akuntansi dalam Mendukung Ekonomi Syariah
Program studi Pendidikan Akuntansi harus mengintegrasikan materi ekonomi dan keuangan syariah dalam kurikulum. Mahasiswa didorong menguasai prinsip akuntansi syariah dan analisis keuangan untuk mendukung pengembangan sektor ini. Dengan pemahaman mendalam, lulusan siap berkontribusi dalam industri keuangan syariah yang terus berkembang.