Kompetisi Debat Membuat Mahasiswa Latih Kritis dan Argumentatif
Program Studi Pendidikan Akuntansi menyelenggarakan kompetisi debat tingkat prodi. Acara ini bertema “Peran Akuntan dalam Era Disrupsi Teknologi.” Tujuannya adalah untuk membuat mahasiswa latih kritis dan argumentatif. Mereka diharapkan mampu mengemukakan pendapat secara terstruktur. Lomba ini diikuti oleh puluhan tim. Setiap tim terdiri dari tiga orang mahasiswa. Para peserta harus mempertahankan argumennya di hadapan juri. Juri terdiri dari akademisi dan praktisi di bidang akuntansi.
Kompetisi Debat Latih Kritis dan Argumentatif
Acara ini bukan hanya tentang memenangkan lomba. Ini adalah ajang pembentukan karakter. Mahasiswa didorong untuk berpikir mendalam. Mereka harus menganalisis isu-isu kompleks. Contohnya, dampak kecerdasan buatan pada profesi akuntan. Atau, etika akuntansi dalam pelaporan keuangan digital. Sebelum kompetisi, para peserta melakukan riset mendalam. Mereka mencari data dan referensi valid. Proses ini sangat penting. Ini membantu mereka membangun argumen yang kuat dan akurat. Mereka juga belajar cara berbicara di depan umum.
Mengembangkan Kemampuan Berpikir
Salah satu juri, seorang akuntan publik senior, menyatakan apresiasinya. “Kami kagum dengan kemampuan mahasiswa,” katanya. “Argumen mereka sangat logis dan terstruktur.” Ia menambahkan bahwa kemampuan berdebat sangat berguna di dunia kerja. Seorang akuntan tidak hanya berurusan dengan angka. Mereka juga harus mampu menjelaskan temuan mereka. Penjelasan harus disampaikan secara jelas. Kemampuan ini sering kali menjadi pembeda. Lulusan yang cakap dalam berkomunikasi akan lebih menonjol. Kompetisi debat membuat mahasiswa latih kritis dan argumentatif dengan cara yang menyenangkan.
Sesi Diskusi dan Feedback
Setelah setiap sesi debat, juri memberikan umpan balik. Mereka mengoreksi kelemahan. Mereka juga memuji kekuatan argumen. Sesi ini sangat berharga bagi peserta. Mereka bisa belajar dari kesalahan. Mereka juga mendapatkan wawasan baru. Mahasiswa yang kalah tidak merasa rugi. Mereka menganggapnya sebagai pengalaman berharga. Ini melatih mental mereka. Mereka jadi lebih siap menghadapi kegagalan di masa depan. Semangat kompetitif yang sehat terlihat jelas. Ini menunjukkan bahwa mereka ingin terus berkembang.
Dampak Positif pada Mahasiswa
Ketua panitia lomba mengatakan bahwa acara ini sukses. Peserta antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Mereka berharap acara ini bisa diadakan setiap tahun. Mahasiswa yang ikut merasa sangat terbantu. Mereka merasa lebih percaya diri. Mereka juga lebih siap menghadapi dunia kerja. Mereka yakin, kemampuan analisis dan komunikasi mereka meningkat. Kompetisi debat membuat mahasiswa latih kritis dan argumentatif secara efektif. Hal ini juga melengkapi kompetensi teknis mereka di bidang akuntansi. Lulusan prodi tidak hanya ahli dalam akuntansi. Mereka juga memiliki kemampuan interpersonal yang kuat.