Mendikdasmen Paparkan Tujuh Program Prioritas Pendidikan di Konsolidasi Nasional 2025
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memaparkan tujuh program prioritas pendidikan di Konsolidasi Nasional 2025. Program ini bertujuan memperkuat kualitas dan pemerataan pendidikan di Indonesia. Mendikdasmen paparkan tujuh program prioritas pendidikan di Konsolidasi Nasional 2025 menjadi fokus penting bagi mahasiswa program studi Pendidikan Akuntansi untuk memahami arah kebijakan pendidikan nasional.
Tujuh Program Prioritas Pendidikan 2025
Abdul Mu’ti menjelaskan tujuh program utama Kemendikdasmen yang sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Program tersebut meliputi redistribusi guru ASN ke sekolah swasta untuk pemerataan tenaga pendidik, pembaruan sistem manajemen kinerja guru, kepala sekolah, dan pengawas, serta transformasi sistem penerimaan murid baru (SPMB). Selain itu, penguatan karakter melalui “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), pelajaran coding dan kecerdasan buatan, serta sistem evaluasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga menjadi prioritas.
Implikasi Program Prioritas bagi Pendidikan Akuntansi
Program prioritas ini membuka peluang bagi mahasiswa Pendidikan Akuntansi untuk memahami pentingnya pemerataan guru dan inovasi pembelajaran dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Penguasaan teknologi seperti coding dan kecerdasan buatan menjadi nilai tambah dalam pengembangan kompetensi akuntansi modern. Mahasiswa didorong untuk aktif mengikuti perkembangan kebijakan dan menerapkan ilmu dalam praktik profesional.
Peran Pemerintah Daerah dan Sinergi Nasional
Mendikdasmen menekankan peran penting pemerintah daerah dalam mengawal implementasi program prioritas. Konsolidasi lintas kementerian dan lembaga bertujuan menciptakan sistem pendidikan yang merata dan berkualitas. Sinergi ini mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul yang menjadi fondasi Indonesia Emas 2045.