Pemerataan Akses Internet Sekolah: Kunci Keberhasilan Implementasi Kurikulum Merdeka di Daerah 3T
Pemerintah terus menggenjot implementasi Kurikulum Merdeka secara nasional. Kurikulum ini mengandalkan pembelajaran berbasis proyek dan sumber daya digital. Namun, upaya ini menghadapi kendala serius di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Pemerataan Akses Internet Sekolah: Kunci Keberhasilan Implementasi Kurikulum Merdeka di Daerah 3T menjadi isu fundamental. Program Studi Pendidikan Akuntansi menyoroti dampak kesenjangan infrastruktur digital ini pada kualitas pendidikan.
Dampak Kesenjangan Digital pada Pembelajaran Akuntansi
Pembelajaran Akuntansi modern sangat bergantung pada teknologi. Aplikasi spreadsheet, software akuntansi, dan sumber belajar daring adalah wajib. Mahasiswa Akuntansi harus mampu menggunakan alat-alat digital tersebut. Di daerah 3T, ketiadaan akses internet membatasi. Keterbatasan ini menghambat guru dalam mengakses modul Kurikulum Merdeka. Hal ini juga mencegah siswa mempraktikkan akuntansi berbasis digital.
Akuntabilitas Dana Infrastruktur dan Pengadaan Teknologi
Upaya pemerintah untuk melakukan Pemerataan Akses Internet Sekolah memerlukan alokasi dana besar. Dana ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penggunaan dana ini harus dikelola transparan dan akuntabel. Di sinilah peran ahli akuntansi sangat dibutuhkan. Mereka memastikan setiap rupiah dana infrastruktur teknologi tepat sasaran. Guru Akuntansi masa depan harus memiliki keahlian. Keahlian ini mencakup audit dana publik untuk pengadaan perangkat digital.
Kurikulum Merdeka dan Peningkatan Kompetensi Guru Akuntansi 3T
Kurikulum Merdeka menuntut guru menjadi fasilitator dan inovator. Guru Akuntansi 3T perlu pelatihan intensif. Pelatihan ini harus berfokus pada pemanfaatan sumber daya digital yang tersedia. Tanpa Pemerataan Akses Internet Sekolah, pelatihan tidak akan efektif. Program Studi Pendidikan Akuntansi harus aktif memberikan pendampingan. Pendampingan ini harus mencakup strategi mengajar Akuntansi dengan keterbatasan infrastruktur. Keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kesiapan guru dan infrastruktur.