Pemerintah Targetkan Minimal 100 Sekolah Rakyat Dibangun Setiap Tahunnya
Dalam upaya pemerataan pendidikan nasional, Pemerintah targetkan minimal 100 sekolah rakyat dibangun setiap tahunnya. Langkah ini merupakan komitmen strategis untuk menjangkau wilayah terpencil dan memperkuat akses pendidikan dasar yang berkualitas.
Program Studi Pendidikan Akuntansi menyambut positif kebijakan ini. Mahasiswa diajak terlibat dalam inisiatif perencanaan dan pengelolaan keuangan sekolah berbasis masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi kampus untuk membentuk lulusan yang berkontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan nasional.
Komitmen Nyata Pemerintah dalam Membangun Sekolah Rakyat
Kebijakan Pemerintah targetkan minimal 100 sekolah rakyat dibangun setiap tahunnya menjadi simbol keseriusan negara menghadirkan keadilan sosial. Sekolah rakyat diharapkan menjawab tantangan akses pendidikan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Mahasiswa akuntansi bisa berperan dalam penyusunan anggaran, laporan keuangan, dan audit sederhana untuk sekolah-sekolah tersebut. Hal ini membuka ruang keterlibatan langsung dalam pengabdian masyarakat berbasis ilmu.
Peran Mahasiswa Akuntansi dalam Sekolah Rakyat
Dengan target pemerintah targetkan minimal 100 sekolah rakyat dibangun setiap tahunnya, perguruan tinggi berperan sebagai mitra. Program studi pendidikan akuntansi membuka peluang kolaborasi melalui kegiatan KKN, magang, dan penelitian pengelolaan dana pendidikan.
Para dosen mendorong mahasiswa menyusun model pelaporan keuangan yang transparan dan mudah dipahami masyarakat desa. Keterlibatan ini memberi pengalaman praktik sekaligus membentuk kepekaan sosial.