Peran Mahasiswa dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Komunitas Marginal pada Pendidikan Akuntansi
Peran mahasiswa dalam meningkatkan literasi keuangan komunitas marginal menjadi kunci keberhasilan program studi Pendidikan Akuntansi. Melalui pengabdian masyarakat, mahasiswa berkontribusi aktif untuk memberdayakan kelompok marginal agar memahami manajemen keuangan, investasi, hingga akses layanan perbankan formal. Program ini dapat mempersempit ketimpangan ekonomi dan memperluas inklusi keuangan.
Pendekatan Pengabdian Mahasiswa untuk Literasi Keuangan Komunitas Marginal
Peran mahasiswa dalam meningkatkan literasi keuangan komunitas marginal terlihat nyata ketika mereka menjadi agen perubahan di desa, UMKM, komunitas urban, maupun kelompok rentan lainnya. Dengan memberikan pelatihan, pendampingan, dan edukasi keuangan, mahasiswa telah membuktikan bahwa mereka mampu menghubungkan teori akuntansi dengan kebutuhan masyarakat secara langsung.
Aktivitas mahasiswa ini meliputi sosialisasi konsep dasar keuangan, cara mengatur anggaran, pengelolaan arus kas, mengenalkan tabungan, dan membantu membuka akses ke lembaga keuangan formal. Dalam prosesnya, mahasiswa menggunakan pendekatan praktis berbasis kebutuhan lokal, misalnya melalui pelatihan berbasis studi kasus UMKM atau pendampingan individu anggota komunitas marginal.
Dampak Positif Program Mahasiswa pada Komunitas Marginal
Peningkatan literasi keuangan yang digagas mahasiswa berdampak pada perubahan perilaku masyarakat, seperti kemampuan mengelola keuangan, membuka rekening bank, hingga investasi sederhana. Program ini juga menghasilkan kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antar warga UMKM atau komunitas marginal lainnya.
Selain itu, keterlibatan mahasiswa diharapkan terus berlanjut secara berkesinambungan. Kemitraan antara perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan pemerintah akan memperkuat ekosistem literasi keuangan yang mendukung pemberdayaan kelompok marginal secara menyeluruh.