Revolusi Pembelajaran: Membangun Kreativitas Anak Didik Lewat Teknologi Augmented Reality
Integrasi Teknologi dalam Dunia Pendidikan Akuntansi
Era digital telah membawa revolusi pembelajaran: membangun kreativitas anak didik lewat teknologi Augmented Reality. Inovasi ini tidak hanya mengubah cara belajar, tetapi juga memperkuat pemahaman konsep ekonomi dan akuntansi secara visual dan interaktif. Mahasiswa kini dapat mempelajari laporan keuangan melalui simulasi 3D yang nyata dan mudah dipahami.
Program Studi Pendidikan Akuntansi
turut mengadopsi teknologi ini dalam kurikulum. Dosen berperan aktif menciptakan ruang belajar inovatif, sehingga mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif melalui pengalaman digital.
Augmented Reality sebagai Inovasi Belajar Interaktif
Melalui revolusi pembelajaran: membangun kreativitas anak didik lewat teknologi Augmented Reality, proses belajar menjadi lebih menarik dan berpusat pada peserta didik. Mahasiswa tidak lagi sekadar menerima teori, tetapi berinteraksi langsung dengan objek akuntansi digital, seperti simulasi buku besar atau transaksi bisnis virtual.
Teknologi ini juga mendukung project-based learning, memungkinkan mahasiswa menghasilkan karya digital yang relevan dengan dunia industri. Integrasi AR meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar secara signifikan.
Mendorong Kreativitas dan Kemandirian Mahasiswa
Penerapan revolusi pembelajaran: membangun kreativitas anak didik lewat teknologi Augmented Reality berpotensi melahirkan generasi pendidik ekonomi yang adaptif. Mahasiswa diajak berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan studi kasus berbasis teknologi.
Dengan dukungan mitra industri dan kolaborasi antarprogram studi, Pendidikan Akuntansi mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan era digital. Pembelajaran berbasis teknologi ini juga sejalan dengan upaya nasional menuju Society 5.0, di mana teknologi dan kemanusiaan berjalan seimbang.