Tren Energi Terbarukan 2025: Indonesia Percepat Transisi Menuju Net Zero Emission
Indonesia mempercepat transisi energi dengan tren energi terbarukan 2025 sebagai langkah strategis menuju net zero emission. Pemerintah menargetkan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) mencapai 23 persen pada tahun 2025. Tren energi terbarukan 2025: Indonesia percepat transisi menuju net zero emission menjadi fokus penting yang perlu dipahami mahasiswa program studi Pendidikan Akuntansi, terutama terkait dampak ekonomi dan kebijakan fiskal.
Percepatan Transisi Energi Terbarukan Menuju Net Zero Emission
Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 menetapkan porsi energi terbarukan sebesar 76 persen dari total kapasitas pembangkit baru. Pemerintah menambah kapasitas pembangkit tenaga surya, air, panas bumi, dan bioenergi secara signifikan. Selain itu, sistem penyimpanan energi seperti baterai juga dikembangkan untuk mendukung kestabilan pasokan listrik. Kebijakan ini sejalan dengan target Indonesia mencapai net zero emission pada 2060.
Implikasi bagi Pendidikan Akuntansi
Mahasiswa Pendidikan Akuntansi harus memahami bagaimana tren energi terbarukan memengaruhi sektor ekonomi dan keuangan. Investasi besar di sektor energi hijau berdampak pada laporan keuangan perusahaan dan pengelolaan risiko. Dengan wawasan ini, mahasiswa dapat menganalisis dampak kebijakan energi terhadap bisnis dan menyusun strategi akuntansi yang tepat.
Peran Program Studi Pendidikan Akuntansi dalam Mendukung Transisi Energi
Program studi Pendidikan Akuntansi perlu memasukkan materi terkait kebijakan energi dan dampaknya pada ekonomi dalam kurikulum. Mahasiswa didorong mengikuti seminar dan pelatihan tentang akuntansi lingkungan dan keberlanjutan. Pendekatan ini membantu mahasiswa siap menghadapi perubahan regulasi dan tuntutan profesi di era energi terbarukan.